Seminar Nasional STIP-AN Ke-11

2015-07-31 10:09:36 author by Erdi

Pada hari Rabu 3 Juni 2015, kami civitas akademica Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara atau yang lebih dikenal dengan nama STIP-AN, menyelenggarakan seminar nasional yang ke 11 kalinya, dengan tema “ Kesiapan Aparatur Sipil Negara (ASN) Dalam Memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).  Seminar dihadiri oleh 245 mahasiswa S1 dan S2 STIP-AN dan 39 peserta undangan ini berlangsung di Gedung Pewayangan Kautaman Taman Mini Indonesia Indah Jakarta.

Dalam sambutannya Dr. H.M. Faisal Tamin , selaku Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Abdi Negara Nusantara (YPANN), memaparkan:



1. Keberhasilan dalam membangun bangsa dimasa depan akan bergerak secara terintegrasi dengan cara :

a. Membangun manusia (developing people),

b. Memberdayakan manusia (empowering people),

c. Mendorong dialog dengan masyarakat,

d. Memacu kreatifitas rakyat,

e. Mampu mengantisipasi perubahan sosial-budaya,

f. Mampu melakukan negosiasi yang efektif dan konstruktif untuk kepentingan bangsa dan smart dalam setiap tindakan.

 

2. Masa depan dunia bergerak sangat cepat yang ditandai dengan adanya perubahan akibat kemajuan teknologi terjadi dalam waktu singkat yang akan membawa serta dampak sosial    dan budaya kepada masyarakat.



3. Demikian halnya dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean kita harus memasukinya dengan penuh percaya diri dan kesiapan berkompetisi, yang menuntut Aparatur Sipil     Negara (ASN) berperan dominan.

 

Tampil sebagai pembicara Rambe Kamarul Zaman, M.Sc, MM, Ketua Komisi II DPR RI, Prof. Dr. Prijono Tjiptoherijanto, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Prof. Dr. Tjahya Supriatna, SU, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara dengan moderator Dr. Rosidi, M.Si, Kepala LP3M STIP-AN.

Dalam paparannya, Ketua Komisi II DPR RI,  Rambe Kamarul Zaman, M.Sc, MM, menyatakan “Salah satu tantangan yang kita hadapi saat ini, adalah implemetasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang bergulir pada tahun 2015 ini. MEA akan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan,apabila Aparatur Sipil Negara siap secara kapasitas dan kapabilitas. Mengghadapi tantangan ini kita perlu mencermati ruh dari UU no.5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.Salah satu paradigma baru UU ASN Nomor 5 Tahun 2014,adalah berkaitan dengan Manajemen ASN diselenggarakan berdasarkan Sistem Merit, yang berdasarkan pada kualifkasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar dengan tanpa membedakan latar belakang poltik, ras, warna kulit, agama, asal-usul, jenis kelamin, status pernikahan, umum, atau kondisi kecacatan. Manajemen ASN ini meliputi Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dari beberapa hal diatas, maka perlu ditegaskan bahwa sudah saatnya kita mengedepankan profesionalisme dan kinerja, yang mengarah pada pencapaian tujuan,sehingga apapun tantangan pelaksanaan MEA dapat dilaksanakan dengan baik”

 


Prof. Dr. Prijono Tjiptoherijanto, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dalam paparannya, menyatakan bahwa “Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) adalah bagian dari liberalisasi, dimana liberalisasi ini mempunyai ciri yang sangat kuat yaitu persaingan dan transparansi. Untuk menghadapi persaingan dan transparansi ini kita harus siap betul, kalau tidak kita akan menjadi bulan-bulanan masyarakat Asean itu sendiri”.

 


Sedangkan Prof. Dr. Tjahya Supriatna, SU, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara, dalam materinya, memaparkan bahwa “ Peran ASN yang berada di garis depan yaitu di Pemda. dalam menghadapi MEA (Asean Coomunity)  adalah sangat besar, oleh karena itu Pemda harus berani melakukan:

 1) Merubah Aparatur Pemerintah Daerah dengan perubahan Mind Set, mengembangkan Manajemen Style dan Memperkuat Culture Organization;

 2) Percepatan Pembaharuan Birokrasi  Pemerintah Daerah   berorientasi pada kualifikasi,  kompetensi,  profesional, kinerja, budaya kerja  dan  produktif ; 

 3) Penguatan dan pengembangan  decentralization and Local Government pada  Ekonomi Daerah berbasis   Potensi Daerah ( SDA, SDM  dan SDB ),  UKM dan UMKM ,   Kearifan          Lokal  serta Lingkungan Hidup  dsb  ;

 4) Mengembangkan koneksitas dan kerjasama  antar daerah, daerah dengan  negara-negara ASEAN   dalam produk  ekonomi lokal yang berdaya saing dan adventage;

 5) Mengembangkan Diklat  Economy Global  ,  Social  and   Economic Empowering  dan  Competitive  in  Comparative”.

 


Seminar  berlangsung sangat antusias dan interaktif   dimana mahasiswa bergantian dan berebut untuk bertanya yang berkaitan dengan materi seminar, diharapkan setelah berakhirnya seminar ini, para mahasiswa STIP-AN mempunyai wawasan dan pandangan yang jelas tentang Kesiapan Aparatur Sipil Negara dalam Memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).